REALISASI IMAN DAN AMANAH DALAM KEHIDUPAN
عن أبى مسعود عقبة بن عامر الأنصاري البدري رضي الله
عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ
كلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ. (رواه
بخاري)
Dari Ibnu Mas’ud bin Amr Al-Anshari Al-Badri r.a berkata, Rasulullah saw.
bersabda: “Sesungguhnya diantara yang sampai kepada manusia dari perkataan
kenabian terdahulu adalah jika engkau tidak merasa malu berbuatlah dengan
sekehendakmu”.[1]
(HR. Bukhari)
Malu adalah
suatu akhlak dalam jiwa yang membangkitkan sikap menjauhi hal-hal yang buruk
dan mencegah dari perbutan mengurangi hak pihak orang yang memiliki hak.
Membangkitkan sikap menjauhi hal-hal yang buruk, termasuk hal buruk yang
menodai kehormatan dirinya, menyiakan hak-hak Allah atau hak hamba-Nya. Maka,
itu disebut malu terpuji, yakni malu karena agama.[2] Ini
adalah defenisi malu yang sesuai dengan syari’at Islam.
Malu terbagi tiga yaitu:
1.
Malu kepada Allah.
2.
Malu kepada manusia.
3.
Malu kepada diri sendiri.[3]
Sebaliknya, jika ada sikap keengganan untuk
melakukan kebikan atau melalaikan kewajiban maka itu bukanlah malu
yang dimaksudkan. Karena hal itu bukanlah akhlak yang baik malah itu termasuk
dalam akhlak yang tercela yang menunjukkan kelemahan dan ketidakberanian.
Contoh: malu pergi ke mesjid untuk sholat berjama’ah, malu berbuat baik, malu
menutup aurat, malu berdakwah dan lain sebagainya. Ini adalah malu yang tidak
sesuai pada tempatnya, bahkan belum memahami dengan baik makna malu yang
dimaksud oleh hadis diatas.
Nabi Muhammad saw. adalah orang yang
paling pemalu, bahkan lebih pemalu dibandingkan gadis dalam pingitan. Tapi,
beliau adalah orang yang paling pemberani dalam pertempuran dan paling
pemberani dalam menyampaikan al-haq. Beliau teramat menjaga diri untuk
tidak melakukan hal-hal tercela dan mendzolimi pihak lain.
كان النبيّ صلى الله عليه وسلم أشدّ الحياء من
العذراء في خذرها
Adalah Nabi shollallahu’alaihi wasallam manusia yang sangat pemalu
dibandingkan gadis dalam pingitannya. (HR. Bukhari)
Sabda beliau: “berbuatlah sekehendakmu” mengandung dua pengertian,
yaitu:
1. Merupakan ancaman
2. Merupakan peringatan keras
Pelajaran yang bisa diambil:
1.
Malu adalah ajaran para nabi, dari nabi yang
pertama hinga nabi yang terakhir. Diantara ajaran yang tidak pernah sirna
adalah rasa malu. Hal ini menunjukkan bahwa malu memiliki kedudukan yang tinggi
dalam ajaran agama Islam.
2.
Malu merupakan akhlak yang mulia dan selalu
bermuara pada kebaikan. Siapa yang banyak malunya lebih banyak kebaikannya dan
siapa yang sedikit malunya sedikit kebaikannya.
3.
Diantara manfaat malu adalah iffah (menjaga
diri) dari perbuatan tercela.
4.
Apabila malu telah hilang.hilanglah kehormatan
dan harga dirinya.
5.
Rasa malu merupakan cabang, diantara
cabang-cabang keimanan.
عن أنس رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله
عليه وسلم : " لاَ إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَ دَيْنَ لِمَنْ
لاَ عَهْدَ لَهُ ".
(رواه
احمد إبن حبان )
Dari Anas ra. ia berkata, berkata Rasulullah saw. : “Tidak akan sempurna
iman orang yang tidak amanah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati
janji”. (HR. Ahmad& Ibnu Hibban)
Amanah secara bahasa berarti tanggung jawab.
Amanah merupakan lawan kata dari kata khianat. Amanah secara istilah yaitu
menunaikan atau memberikan hak dengan menjaganya. Yang berarti setiap muslim
yang diberikan amanah wajib hukumnya untuk menunaikan hak kepada orang yang
mempunyai hak atasnya. Dimana ia harus menunaikan hak-hak Allah dalam
beribadah, hak sesamanya dalam bermuamalah dan hak bagi dirinya sendiri, yang
mana amanah itu harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di hari kemudian
nanti. Amanah juga bisa diartikan suatu kewajiban yang besar yang dipikul oleh
manusia, sementara langit, bumi, dan gunung-gunung enggan memikulnya karena besar
dan beratnya amanah tersebut.
Firman Allah swt. Q.S An-Nisa : 58
KESIMPUPULAN
1. Malu adalah suatu akhlak dalam jiwa yang membangkitkan sikap menjauhi
hal-hal yang buruk dan mencegah dari perbutan mengurangi hak pihak orang yang
memiliki hak. Membangkitkan sikap menjauhi hal-hal yang buruk, termasuk hal
buruk yang menodai kehormatan dirinya, menyiakan hak-hak Allah atau hak hamba-Nya.
2. Amanah secara bahasa berarti tanggung jawab. Amanah merupakan lawan kata
dari kata khianat. Amanah secara istilah yaitu menunaikan atau memberikan hak
dengan menjaganya. Yang berarti setiap muslim yang diberikan amanah wajib
hukumnya untuk menunaikan hak kepada orang yang mempunyai hak atasnya. Dimana
ia harus menunaikan hak-hak Allah dalam beribadah, hak sesamanya dalam
bermuamalah dan hak bagi dirinya sendiri. Amanah juga salah satu akhlak yang
agung diantara hak-hak yang islami. Amanah merupakan sebuah kewajiban yang
besar yang dipikul oleh manusia, sementara langit, bumi, dan gunung-gunung
enggan memikulnya karena besar dan beratnya amanah tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Aj. Mu’jam Mufahras Li Alfazhil Hadits
Al-Banna Hasan. 2007. Al-Ma’tsurat & Hadits Arba’in. Jakarta: Gema
Insani.
Arifin, Bey. 1993. Tarjamah Sunan Abi Daud. Semarang : CV. As-Syifa.
Hasyim, Umar. 1984. Hadits
Arba’in An-Nawawiyah. Surabaya: PT. Bina Ilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar