Jumat, 20 Januari 2017

realisasi Iman

REALISASI IMAN DAN AMANAH DALAM KEHIDUPAN

عن أبى مسعود عقبة بن عامر الأنصاري البدري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ. (رواه بخاري)
Dari Ibnu Mas’ud bin Amr Al-Anshari Al-Badri r.a berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya diantara yang sampai kepada manusia dari perkataan kenabian terdahulu adalah jika engkau tidak merasa malu berbuatlah dengan sekehendakmu”.[1] (HR. Bukhari)
            Malu adalah suatu akhlak dalam jiwa yang membangkitkan sikap menjauhi hal-hal yang buruk dan mencegah dari perbutan mengurangi hak pihak orang yang memiliki hak. Membangkitkan sikap menjauhi hal-hal yang buruk, termasuk hal buruk yang menodai kehormatan dirinya, menyiakan hak-hak Allah atau hak hamba-Nya. Maka, itu disebut malu terpuji, yakni malu karena agama.[2] Ini adalah defenisi malu yang sesuai dengan syari’at Islam.
Malu terbagi tiga yaitu:
1.      Malu kepada Allah.
2.      Malu kepada manusia.
3.      Malu kepada diri sendiri.[3]
Sebaliknya, jika ada sikap keengganan untuk melakukan kebikan  atau  melalaikan kewajiban maka itu bukanlah malu yang dimaksudkan. Karena hal itu bukanlah akhlak yang baik malah itu termasuk dalam akhlak yang tercela yang menunjukkan kelemahan dan ketidakberanian. Contoh: malu pergi ke mesjid untuk sholat berjama’ah, malu berbuat baik, malu menutup aurat, malu berdakwah dan lain sebagainya. Ini adalah malu yang tidak sesuai pada tempatnya, bahkan belum memahami dengan baik makna malu yang dimaksud oleh hadis diatas.
            Nabi Muhammad saw. adalah orang yang paling pemalu, bahkan lebih pemalu dibandingkan gadis dalam pingitan. Tapi, beliau adalah orang yang paling pemberani dalam pertempuran dan paling pemberani dalam menyampaikan al-haq. Beliau teramat menjaga diri untuk tidak melakukan hal-hal tercela dan mendzolimi pihak lain.
كان النبيّ صلى الله عليه وسلم أشدّ الحياء من العذراء في خذرها
Adalah Nabi shollallahu’alaihi wasallam manusia yang sangat pemalu dibandingkan gadis dalam pingitannya. (HR. Bukhari)
Sabda beliau: “berbuatlah sekehendakmu” mengandung dua pengertian, yaitu:
1.      Merupakan ancaman
2.      Merupakan peringatan keras
Pelajaran yang bisa diambil:
1.      Malu adalah ajaran para nabi, dari nabi yang pertama hinga nabi yang terakhir. Diantara ajaran yang tidak pernah sirna adalah rasa malu. Hal ini menunjukkan bahwa malu memiliki kedudukan yang tinggi dalam ajaran agama Islam.
2.      Malu merupakan akhlak yang mulia dan selalu bermuara pada kebaikan. Siapa yang banyak malunya lebih banyak kebaikannya dan siapa yang sedikit malunya sedikit kebaikannya.
3.      Diantara manfaat malu adalah iffah (menjaga diri) dari perbuatan tercela.
4.      Apabila malu telah hilang.hilanglah kehormatan dan harga dirinya.
5.      Rasa malu merupakan cabang, diantara cabang-cabang keimanan.

عن أنس رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " لاَ إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَ دَيْنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ ".
 (رواه احمد إبن حبان )
Dari Anas ra. ia berkata, berkata Rasulullah saw. : “Tidak akan sempurna iman orang yang tidak amanah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji”. (HR. Ahmad&  Ibnu Hibban)
Amanah secara bahasa berarti tanggung jawab. Amanah merupakan lawan kata dari kata khianat. Amanah secara istilah yaitu menunaikan atau memberikan hak dengan menjaganya. Yang berarti setiap muslim yang diberikan amanah wajib hukumnya untuk menunaikan hak kepada orang yang mempunyai hak atasnya. Dimana ia harus menunaikan hak-hak Allah dalam beribadah, hak sesamanya dalam bermuamalah dan hak bagi dirinya sendiri, yang mana amanah itu harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di hari kemudian nanti. Amanah juga bisa diartikan suatu kewajiban yang besar yang dipikul oleh manusia, sementara langit, bumi, dan gunung-gunung enggan memikulnya karena besar dan beratnya amanah tersebut.
Firman Allah swt. Q.S An-Nisa : 58






KESIMPUPULAN
1.      Malu adalah suatu akhlak dalam jiwa yang membangkitkan sikap menjauhi hal-hal yang buruk dan mencegah dari perbutan mengurangi hak pihak orang yang memiliki hak. Membangkitkan sikap menjauhi hal-hal yang buruk, termasuk hal buruk yang menodai kehormatan dirinya, menyiakan hak-hak Allah atau hak hamba-Nya.
2.      Amanah secara bahasa berarti tanggung jawab. Amanah merupakan lawan kata dari kata khianat. Amanah secara istilah yaitu menunaikan atau memberikan hak dengan menjaganya. Yang berarti setiap muslim yang diberikan amanah wajib hukumnya untuk menunaikan hak kepada orang yang mempunyai hak atasnya. Dimana ia harus menunaikan hak-hak Allah dalam beribadah, hak sesamanya dalam bermuamalah dan hak bagi dirinya sendiri. Amanah juga salah satu akhlak yang agung diantara hak-hak yang islami. Amanah merupakan sebuah kewajiban yang besar yang dipikul oleh manusia, sementara langit, bumi, dan gunung-gunung enggan memikulnya karena besar dan beratnya amanah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Aj. Mu’jam Mufahras Li Alfazhil Hadits
Al-Banna Hasan. 2007. Al-Ma’tsurat & Hadits Arba’in. Jakarta: Gema Insani.
Arifin, Bey. 1993. Tarjamah Sunan Abi Daud. Semarang : CV. As-Syifa.
Hasyim, Umar. 1984.  Hadits Arba’in An-Nawawiyah. Surabaya: PT. Bina Ilmu.












[1] Bey Arifin, Tarjamah Sunan Abi Daud Jilid V, (CV. As-Syifa: Semarang, 1993), hal.154
[2] Umar Hasyim, Hadis Arba’in An-Nawawiyah, (PT. Bina Ilmu: Surabaya, 1984), hal.80
[3] Ibid,.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar